Rabu, 24 Agustus 2016

ISTRI TUKUL ARWANA MENINGGAL DUNIA

    Pada hari ini Rabu 24 Agustus 2016 ada kabar yang cukup mengejutkan, istri Tukul Arwana yang biasa dipanggil mbak Suzy meninggal dunia. Umur hanya Allah SWT yang tahu, semua yang dating kedunia tidak membawa apa-apa dan ketika kembali juga tidak membawa apa-apa. Mba Suzy istri Tukul Arwana adalah wanita yang berdarah Padang namun sudah menetap di Jakarta sejak lama. Menikah dengan Tukul ketika masih sama-sama susah, dan ketika saat ini sudah mapan Mba Suzy malah dipanggil oleh yang Maha Kuasa.

    Berita kematian istri Tukul Arwana ini cepat menyebar melalui media social dan media online. Bagi Tukul ini merupakan cobaan terberat dalam hidupnya ketika harus kehilangan seorang istri. Satu hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa ini adalah bagiamana kita selalu ingat dengan kematian dan terus membekali diri dengan amal dan perbuatan baik. Seluruh harta dan apa yang kita punya di dunia tidak akan dibawa mati, hanya amal perbuatan baik yang akan kita bawa mati.

Selasa, 19 Januari 2016

FAHRI HAMZAH ADU MULUT DENGAN PETUGAS KPK

    Bukan Fahri Hamzah kalo tidak suka adu mulut, kali ini dengan petugas KPK ketika sedang menggeledah ruang kantor DPR. Fahri Hamzah merasa keberatan karena petugas KPK membawa brimob yang bersenjata, petugas bersenjata inilah yang membuat Fahri Hamzah geram kemudian adu mulut dengan salah satu petugas KPK. Kata-kata yang terlihat kasar membuat satu sama lain semakin memanas, dalam hal ini mungkin harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Petugas KPK memang sering didampingi aparat bersenjata ketika melakukan penggeledahan, tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Namun dalam hal ini memang harus disesuaikan dengan situasinya, lingkungan gedung DPR memang dinilai relatif lebih aman sehingga mungkin petugas bersenjata yang mendampingi tinggal menyesuaikan. Namun juga dalam hal ini Fahri Hamzah memperlakukan petugas KPK dengan cara sedikit kasar dan mengintimidasi hal inilah yang membuat suasana bersitegang. Sudah saatnya budaya komunikasi yang cermat, dan menghargai pihak lain dijunjung tinggi, sehingga segala gesekan bisa dihindari.